Kendalikan serangga dari titik sumber aktivitasnya.
Program pengendalian serangga untuk rumah, bisnis, gedung, fasilitas pangan, gudang, dan lingkungan industri dengan metode yang disesuaikan berdasarkan hasil inspeksi.
Kemunculan serangga sering berkaitan dengan kondisi lingkungan.
Serangga dapat masuk melalui pintu, ventilasi, celah bangunan, barang, kemasan, saluran air, maupun aktivitas manusia. Sumber makanan, air, kelembapan, dan area yang jarang dibersihkan dapat mendukung perkembangannya.
Treatment dilakukan setelah jenis serangga, tingkat aktivitas, area terdampak, dan sumber risikonya diperiksa. Metode dapat berbeda antara dapur, gudang, ruang kerja, kamar, area produksi, dan lingkungan luar.
Treatment yang tepat dimulai dari identifikasi jenis hama, sumber aktivitas, dan kondisi area.
Kondisi yang perlu mulai diperhatikan.
Satu tanda belum selalu menunjukkan infestasi tinggi, tetapi pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah penyebaran.
Serangga terlihat berulang
Kemunculan pada waktu dan area yang sama dapat menunjukkan sumber aktivitas di sekitar lokasi.
Jumlahnya meningkat
Aktivitas yang semakin sering dapat menandakan akses masuk, sarang, atau sumber makanan belum terkendali.
Ditemukan titik persembunyian
Celah, plafon, drainase, mesin, furnitur, atau area gelap dapat menjadi lokasi berlindung.
Keluhan mulai berulang
Komplain dari penghuni, tamu, pelanggan, atau staf perlu dicatat untuk mengetahui pola aktivitas.
Metode dipilih berdasarkan jenis serangga dan karakter area.
Tidak semua metode digunakan dalam satu layanan. Hasil inspeksi menentukan pendekatan yang paling relevan.
Residual Spraying
Aplikasi terarah pada permukaan, jalur aktivitas, celah, dan titik yang berpotensi dilalui serangga.
Gel Baiting
Penggunaan umpan gel pada titik tersembunyi yang membutuhkan treatment lebih presisi dan minim penyebaran cairan.
Misting atau Fogging
Digunakan pada kebutuhan tertentu untuk membantu menjangkau area yang lebih luas atau serangga terbang.
Monitoring
Pemeriksaan titik, trap, keluhan, dan perubahan aktivitas digunakan untuk mengevaluasi hasil program.
Dari inspeksi hingga evaluasi.
Tahapan dapat disesuaikan berdasarkan jenis fasilitas dan lingkup kerja yang disepakati.
Inspeksi
Memeriksa jenis serangga, sumber aktivitas, akses masuk, tingkat risiko, dan kondisi area.
Persiapan
Menentukan metode, alat, bahan, titik kerja, jadwal, dan kebutuhan pengamanan area.
Treatment
Pelaksanaan difokuskan pada titik aktif, jalur pergerakan, sarang, dan area prioritas.
Monitoring
Hasil diperiksa kembali dan corrective action ditentukan apabila masih ditemukan aktivitas.
Cocok untuk berbagai lingkungan.
Metode dan jadwal akan menyesuaikan aktivitas serta sensitivitas masing-masing fasilitas.
Rumah dan Apartemen
Dapur, kamar, kamar mandi, taman, plafon, furnitur, dan ruang penyimpanan.
Restoran dan Hotel
Dapur, kamar tamu, pantry, storage, laundry, taman, dan area servis.
Kantor dan Gedung
Pantry, ruang kerja, basement, plafon, taman, koridor, dan ruang utilitas.
Gudang dan Pabrik
Area produksi, penyimpanan, loading dock, perimeter, drainase, dan ruang mesin.
Pelaksanaan mempertimbangkan kondisi fasilitas.
Tim mengoordinasikan jadwal, akses area, perlindungan barang sensitif, penggunaan APD, serta instruksi sebelum dan setelah treatment.
Perlengkapan dan pembatasan area disesuaikan dengan metode treatment.
Dokumen pendukung dapat disiapkan sesuai kebutuhan fasilitas dan lingkup program.
Pelaksanaan, temuan, dokumentasi, dan rekomendasi dicatat untuk evaluasi.
Informasi pelaksanaan membantu klien memantau pekerjaan dan rekomendasi tindak lanjut.
Sebelum layanan pest control dimulai.
Detail treatment akan mengikuti jenis serangga, kondisi area, tingkat aktivitas, fungsi fasilitas, dan kebutuhan operasional.
Kirim foto dan informasi lokasi melalui form konsultasi untuk membantu pemeriksaan awal.
Kirim permintaan inspeksiMetode, bahan, jadwal, dan pengamanan area disesuaikan dengan jenis fasilitas. Instruksi sebelum dan setelah treatment akan disampaikan oleh tim.
Kebutuhan meninggalkan area bergantung pada metode treatment dan fungsi ruang. Tim akan memberikan instruksi yang sesuai sebelum pekerjaan dimulai.
Frekuensi bergantung pada jenis hama, tingkat infestasi, kondisi lingkungan, luas area, dan risiko kemunculan kembali.
Inspeksi disarankan untuk mengetahui jenis serangga, sumber aktivitas, jalur masuk, area kritis, dan metode yang relevan.
Program maintenance dapat mencakup treatment terjadwal, monitoring, dokumentasi, laporan, dan corrective action.